Filter untuk Memaksimalkan Pemotretan

head5
Copast dari:
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/15/Fotograf/foto01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY
Filter untuk Memaksimalkan Pemotretan

Oleh Rony Simanjuntak

Banyak teknik yang digunakan untuk memperoleh pemotretan dengan hasil maksimal. Salah satunya adalah dengan memakai filter. Namun penggunaan filter itu gampang-gampang susah. Pasalnya penerapan yang kurang tepat atau tidak cermat, seringkali membuat hasil foto kurang menarik dan tampak dimanipulasi dengan kasar.

Pada dasarnya fungsi filter terbagi menjadi dua, yakni filter teknis dan filter kreatif. Filter teknis seperti polarisasi (PL), Neutral Density (ND), Correction Filter, 80, dan 81, berguna untuk mengoreksi foto. Sedangkan filter kreatif seperti gradual, soft atau diffuser, star, galaxy, dan sebagainya, digunakan untuk memberi kesan lain. Misalnya kesan romantis, kesan mimpi, kesan gerak, dan lain-lain.

Filter Polarisasi yang sering disingkat PL ini, merupakan filter teknis favorit dan besar manfaatnya. Terdiri dari dua jenis, yaitu linier dan circular. Secara teknis, filter PL circular (cir) terdiri dari garis-garis polarisasi melingkar, berguna untuk menghilangkan refleksi dari permukaan non-metal (bukan logam), seperti pantulan di permukaan air, kaca mobil, dan kaca etalase. Kegunaan lainnya adalah meningkatkan kontras, mencerahkan atau mengentalkan warna pada foto tetapi tidak mengubah warnanya, seperti yang terjadi bila kita mengggunakan filter warna kuning atau merah.

Sementara PL linier yang memiliki garis-garis polarisasi sejajar, selain mengurangi refleksi, digunakan untuk menggelapkan atau memekatkan warna biru langit, baik pada foto hitam putih maupun warna. Untuk foto hitam putih, fungsi PL serupa dengan filter kuning, oranye, atau warna merah.

Filter PL linier terdiri dari satu elemen optik, ada kaca adapula plastik, sementara PL cir biasanya terdiri dari 2 lapis kaca, yang bagian depannya dapat diputar. Penggunaan PL cir sangat mudah. Anda tinggal memasangnya pada lensa SLR, lalu memutar ring bagian depan pada filter tersebut sampai terlihat efek yang diinginkan, misalnya menghilangkan refleksi pada kaca.

Pada pengggunaan PL cir Anda juga dapat membiarkan otomatisasi kamera menangani pencahayaan dan fokus secara akurat. Namun pada PL linier, pengukuran cahaya dan fokus sebaiknya dilakukan lebih dahulu sebelum memasang filter di mulut lensa.

Hal lain yang perlu diingat adalah setiap filter memiliki faktor yang berpengaruh pada pengurangan kombinasi pencahayaan. Filter dengan nada warna hangat seperti kemerah-merahan atau kekuning-kuningan, memiliki faktor antara 1 ? sampai 2 kali. Sedangkan nada warna dingin seperti kebiru-biruan, umumnya memiliki faktor yang lebih tinggi, antara 2,5 hingga 4 kali.

Menahan Cahaya

Sementara itu, Filter Neutral Density (ND) berguna untuk mengurangi atau menahan pencahayaan yang akan sampai ke film, tanpa menimbulkan efek terhadapnya, seperti perubahan warna. Bila suatu saat pemotret ingin menggunakan aperture yang lebih besar atau ingin memotret menggunakan kecepatan lambat, sementara cuaca sangat cerah, atau film yang digunakan ber-ISO tinggi, maka filter ND adalah salah satu jalan keluarnya.

Kebanyakan produsen merancang kode filter ND sesuai dengan “faktor” filter yang dimilikinya, seperti ND2, ND4, dan seterusnya, meskipun adapula yang menyebutnya dengan kode “densitas”. Filter ND2 akan mengurangi pencahayaan hingga 2 stop, ND4 sebanyak 4 stop (contoh ISO 3200 menjadi ISO 2000) dan seterusnya.

Filter juga digunakan oleh para fotografer outdoor. Langit cerah acapkali menjadi masalah besar bagi fotografer outdoor. Perbedaan kontras yang tinggi kadangkala menyulitkan fotografer untuk mendapatkan detil. Kalaupun detil tercapai, maka ada bagian yang dikorbankan menjadi over atau under.

Untuk mengatasi masalah ini, fotografer dapat menggunakan filter gradasi. Filter bergradasi ini terdiri dari setengah bagian bening (netral) dan setengah bagian ND, dengan kekuatan ND2, ND4, dan seterusnya. Pemotret tinggal memposisikan filter ini sesuai dengan kebutuhan, misalnya area yang pekat (dense) untuk mengurangi pencahyaan pada bagian langit yang terlalu terang tadi.

Bagi yang memiliki anggaran terbatas, gradasi ND2 stop, merupakan pilihan yang tepat. Filter bergradasi juga tersedia dalam beberapa variasi warna dan kegunaan lainnya, misalnya untuk mencerahkan langit yang pucat atau memberi efek kecoklatan/oranye pada matahari tenggelam (sunset). Tobacco , merupakan warna yang banyak disukai para fotografer untuk menimbulkan efek kecokelatan yang romantis, bagi pemotretan di dalam maupun di luar ruangan.

Dalam menggunakan filter gradasi, yang pertama dilakukan adalah mengukur latar depan untuk menentukan exposure. Selanjutnya ukurlah bagian langit guna menentukan kekuatan filter yang cocok. Tetapi bila kamera Anda berfasilitas otomatis, letakkan saja filter di depan lensa dan kamera akan mengukur secara otomatis dengan lebih cepat.

Filter-filter lain yang juga digunakan oleh para fotografer antara lain filter penghangat. Filter ini memiliki nada warna yang hangat ini, dibuat untuk mengimbangi pencahayaan yang sedikit lebih dingin, seperti warna neon (3400k). Masih sekelompok dengan itu, filter Warm Kodak Wratten 81 C atau Tiffen 812 misalnya, akan sangat berguna bagi fotografer yang menggunakan film daylight pada siang hari yang cerah. Filter penghangat juga membuat subjek potret lebih bercahaya, mengurangi atau menghilangkan efek biru pucat yang akan muncul bila kita memotret pada tengah hari yang terik, khususnya pada aerial photography.

Ada lagi yang disebut Enhancing Filter, yang terbuat dari didymium glass dan memiliki efek kemerah-merahan. Fungsinya untuk meningkatkan intensitas serta kepekatan warna subjek, serta dedaunan, namun tidak banyak mempengaruhi warna lainnya. Dengan filter ini, suasana yang pucat terekam lebih hangat. Enhancing Filter, membutuhkan sekitar ?-1 stop penambahan pencahayaan.

Mengoreksi Warna

Kemudian ada juga filter Color Compensating (CC). Filter tersebut tersedia dalam enam warna dasar (merah, hijau, biru, magenta, cyan, dan kuning) dengan berbagai jenis kekuatan (mulai dari 0,025 sampai 0,5), dan dapat dikombinasikan untuk menghasilkan kekuatan menengah dan lebih besar.

Filter ini digunakan untuk mengatur keseimbangan nada warna dan mengoreksi pergeseran warna yang disebabkan oleh reciprocity. Anda juga dapat menggunakan filter CC untuk memperbaikai warna di pemandangan, misalnya, filter CC 30 hijau akan menimpa gambar daun-daunan tanpa menyebabkan pergeseran warna secara jelas. Filter CC30 magenta dapat mengoreksi efek cahaya lampau TL, atau untuk warna semu cyan dari pesawat terbang atau jendela kereta. Filter CC 50 biru sering digunakan untuk menghilangkan warna kecokelatan dari matahari terbit.

Sementara filter Diffuser berfungsi melembutkan gambar dan menimbulkan efek pendaran pada sisi objek. Filter ini juga sangat disukai dan banyak digunakan, baik oleh fotografer amatir maupun kaum professional. Lazim digunakan pada foto glamour, portrait, juga pemandangan. Kode filter Diffuser umumnya diambil berdasarkan kekuatannya.

Advertisements

2 thoughts on “Filter untuk Memaksimalkan Pemotretan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s