Podium Tanpa Telinga


Ingatlah lampu masih menyorot keringatmu, mikrofon masih setia nangkring di depan bibirmu.

Dimensi ruang berubah dengan konstan. Dimensi waktu berganti setiap jantungmu berdetak. Namun dimensi vertikal akan selalu sama, isinya hanya kau dan Tuhanmu. Skenario akan tetap sama pula, yang berganti hanyalah aktornya.

Jangan menanti lampu sorot itu tak lagi mengarah padamu, jangan menanti mikrofon tak lagi di tanganmu.

Advertisements