Foggy and Serene

Keenan membuka jendela kamar kosnya lebar-lebar. Tempat ini butuh angin segar setelah seharian tertutup dan terpapar panas matahari siang. Ia menimang-nimang amplop itu, bertanya-tanya adakah surat itu menjadi angin segar berikutnya. Keenan menggeleng sendirian, seolah menyesali pikirannya sendiri. Ia lelah berharap.

-halaman 193

Advertisements