Hening

Kau pindah dengan sejuta harapan,
yaitu dengan seratus lembar kertas putih,
dan milyaran butir pasir yang baru saja ditinggal ombak

aaah….
lihatlah berton-ton air jatuh ke bumi sore ini,
namun dari sekre, yang terlihat hanya serpihan-serpihannya saja
awalnya tetes yang turun kecil-kecil satu-satu
kemudian menjadi garis putih tegas, turun dari atap yang biru
diwarnai jingganya senja

Dinginnya lantai terasa oleh kulitmu,
mungkin sama dinginnya jika berada di luar sana,
dalam balutan jaket biru dongker kau pejamkan mata perlahan
lalu kau terheran-heran mengapa terasa nyaman…

oh……. ternyata kau sedang menikmati heningnya hatimu…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s