Mungkin Mereka Belum Pernah Ke Karfur

Dua anak laki-laki duduk di pintu angkot. Satu anak asik memainkan gitarnya yang kecil, bernyanyi. Satu lagi tak begitu terlihat dari tempatku duduk, dari suaranya.. mungkin menabuh gendang. Sebuah lagu selesai dimainkan. Dan lengan kecil sang penyanyi diulurkan ke dalam angkot. Seseorang menyodorkan sebungkus besar roti. Sang penyanyi cilik tertegun, menatapnya sebentar kemudian dengan susah payah dirangkulnya roti itu. Sekarang sang pemberi roti yang tertegun. Ia tak pernah menyangka roti itu berukuran hampir setengah badan sang penyanyi.

Sang penyanyi cilik melompat keluar dari angkot mengikuti sang penabuh gendang. Wajahnya berseri-seri, gitar di tangan kanannya, roti di tangan kirinya, diangkatnya ke atas seperti pemain gulat mengangkat sabuk kemenangan. Tubuhnya yang mungil pun berlonjak-lonjak girang, tak lama kemudian ia berceloteh, “yey! dapet ini! yey! yey! yey! dapet ini! yey! yey! yey!…” Keduanya masih berlompatan, angkot berlalu, pemandangan itu membekas, mata pun sembab.

pilu.

Advertisements

4 thoughts on “Mungkin Mereka Belum Pernah Ke Karfur

    • nurind says:

      Ke sananya udah lama bgt, agustus 2010.. Tanpa perencanaan, lagi main di himp tiba2 diajak ka yus ke ciroyom, nganter buku-buku (lupa buku apa) pake motor.. Waktu itu lagi persiapan upacara bendera 17 agustusan :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s