Day #5; Things

Setelah saya memposting day #3, ternyata saya banyak teguran dari orang-orang dekat :) Pertama-tama, mau minta maaf buat papa & mama yang jadi khawatir :) InsyaAllah I’ll limit my self from being too ‘inisiatif’, ma, pa.. Bukannya saya ngga mikir adanya resiko, tapi yang namanya kecelakaan, musibah, kematian, jika Allah menghendaki ya apapun itu bisa datang dari mana saja. Tidak hanya dari perbuatan nekad, bisa juga dari keadaan tenang, sedang tidur. Well, look at the positive side: I had tried! :D Tapi bukannya tanpa penyesalan kok. Saya menyesal karena ke-nurut-an saya selama ini dengan sadar saya langgar sendiri. A failure, I blame my self for that.

Okay! Sudah beberapa hari di Bali, saya sudah cukup terbiasa diliatin orang-orang yang lewat. Kadang masih agak risih dengan mas-mas (dimanapun) yang selalu salam, “Assalamualaikum!” sambil cengar-cengir cengangas-cengenges. Kalo didiemen mereka malah ngelunjak, “ih kok ngga dibales, nanti dosa lho!”. Oke, untuk awal-awal pertama kali tiba di bali itu cukup menyenangkan, sering banget kami balas, “Wa’alaikumsalam wr wb!” Kapan lagi coba bisa didoain banyak-banyak? Tapi lama-lama rasanya seperti diolok-olok, jujur saja rasa sedih tak bisa ditutup-tutupi. Hari ke-4, kami memilih diam, tidak menoleh sama sekali, dan hanya menjawab dalam hati.

Anyway, hari ini hari pertama masuk tempat kerja! Ternyata benar-benar tidak seperti yang kami bayangkan. Ngga banyak yang kami lakukan karena hari ini cuma pengenalan tiap-tiap divisi di sini. Mungkin yang paling menarik itu adalah previledge masuk apron! ehehehehe.. itu lho pinggirannya lintasan pesawat. Jadi, kantor kami terletak di apron, berasa keren gini tetanggaan sama pesawat. Benar-benar menggiurkan untuk difoto, tapi belum saya coba, takutnya perlu izin ini itu. Well, someday I’ll find a way :D

Malamnya, kami diantar ke jalan raya kuta untuk pas foto (pas foto ini untuk bikin free pass masuk ke tempat kantor). Pulangnya jalan-jalan (naik motor lebih tepatnya) sepanjang jln kartika candra sampe ke legian. Satu kata: gemerlap! Di pinggir jalan, di restoran, dimana-mana semuanya bule. Okelah ada pribumi juga, tapi kyanya kalah banyak sama jumlah bule. Nuansa Indonesianya sangat minim. Kanan-kiri hotel, diskotik, bar, toko-toko brand luar negeri. Dengan suasana macem itu saya ngerasa cukup numpang lewat aja, ngga perlu sampe turun segala. Siplah, udah tau gitu doang, next time kuta or legian isn’t my vacation target, definitely. Get ready for Ubud! -or anything outside Kuta :D

Hari ini ngga motret-motret euy, tapi silakan dinikmati foto berikut hasil jalan-jalan sore di pantai kuta kemarin day #4 :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s