Day #8; We Don’t Bite, hehe

Sore ini kami kongkow di sebuah minim*rket yang ada free wifi nya, oke mari kita sebut tempat ini dengan ‘em em’. Lumayan untuk menikmati internet tanpa mikirin tema kerja praktek yang terus menerus berubah gara-gara kendala ketersediaan data. Kami nongkrong disitu sejak jam setengah 5 sampe magrib, sekitar jam 6.20 (yap, disini adzan sekitar jam segitu). Selama itu kami merajai meja plus tempat duduk yang menghadap kaca ke luar em em. Kalo mau dibayangin, kami ini seperti manekin iklan laptop di etalase toko serbaada: senyum-senyum sendiri internetan, sekalian merasa keren laptopan di ‘em em’. Ah, tentu saja yang menarik dalam cerita saya kali ini bukan kami yang mejeng di tempat trendi. Tapi reaksi bule-bule yang melintasi ‘em em’!

Dari dalam, sepintas saya melihat sepasang bule berjalan kaki menuju em em. Biasalah, bule jalannya kan cepat dan tegap (seperti yang dicontohkan Rasulullah), tapi tak lama kemudian mereka melihat kami dan tiba-tiba mereka berhenti, ragu-ragu untuk melanjutkan atau tidak, dan dengan sekejap berbalik arah, ngga jadi masuk em em.

Beberapa menit kemudian, kali ini sebuah keluarga bule, ada bapaknya, ibunya, dan 2 anaknya yang masih kecil-kecil. yeah, reaksinya sama kya bule yang sebelumnya… dan juga terjadi pada bule berikutnya: seorang ibu-ibu yang ditemani anaknya. Semuanya langsung pergi sambil sesekali melirik-lirik ke belakang melihat kami. Hihihi, ya Allah, kami ngga nggigit kooook =,=

Itu sih yang saya perhatikan dari ujung mata saya, dengan pura-pura tidak melihat mereka, pura-pura asik mengetik. Ngga tau juga ya, mungkin sore ini ada lebih banyak lagi bule yang batal ke em em gara-gara kami nongkrong internetan disana, haha..
Hmmm, sebenernya ngga meng-generalisasi juga. Buktinya masih ada bule yang membantu kami pas mesin mobil berhenti di tengah jalan :) -lihat postingan Day #5-.

Wahahaaa! :D gimana ya, lucu aja saya jadi punya kesan kyanya daerah ini lebih banyak turisnya daripada pribumi, hihihi..

Anyway, saya baru tau, ternyata kafein saya adalah menulis untuk wordpress ini –ng, oke, ‘mengetik’, bukan menulis. Tapi mengetik terdengar janggal –kalau begitu untuk sementara mari asumsikan ‘menulis’ adalah mengetik. Back to topic. Jadi, kalau saya ‘menulis’, saya sanggup-sanggup aja bisa sadar sampe jam 2 pagi. Tapi kalo selain itu, misalnya untuk ngobrol-ngobrol santai maupun berat, jangan harap saya masih konek. Jam 12 itu udah paling pol. Apalagi kalo saya tau besoknya harus beraktifitas dengan performa yang oke, ‘body alarm’ saya pasti udah ngomel minta tidur. Kalo diibaratin ultraman, saya udah kelap-kelip merah berbunyi, “tinung-tinung-tinung..”. Kalo sampe saya begadang tidur jam 3 –tanpa menulis— obatnya hanya satu: tidur seharian keesokan harinya, kalo ngga diobatin mungkin saya bisa keramas pake odol, sikat gigi pake shampo, alias ngga konek –jujur saja duluuuuu hampir pernah terjadi.

Well, salam hangat dari pulau dewata :)
Kecup kangen buat Bandung dan Jakarta!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s