“Hidup lo ribet amat ya..”

“Ooooh, lo itu menjual diri lo pada organisasi. Hati-hati, suatu saat organisasi bisa mencelakai diri lo.”

“Overall, lo mirip kucing. Isi hati lo ngga mudah tertebak.”

Psychology is awesome. Saya sering kali dibuat terkagum-kagum oleh ilmu psikologi. Ketika kita bercerita tiga -atau beberapa- hal tentang diri sendiri pada seorang ahli yang baru kita kenal, selanjutnya seakan-akan mereka bisa membaca kita ‘inside and out‘.

Buat saya, tentu saja saya tidak akan langsung membuka kartu as bilang betul.

Karena, jika diibaratkan dimensi, pikiran saya adalah sebuah hutan rimba. Rimba yang saya miliki ini ramai dengan pohon-pohon besar dan serangga-serangga musim panas, sangat luas sampai terkadang saya tersesat sendiri. Tapi ada kalanya dimensi itu begitu simpel, hanyalah sebuah ruang kosong berukuran sedang. Di sana ada sebuah jendela besar berdaun dua. Salah satu daun jendelanya terkunci rapat, yang satunya terbuka lebar. Anginnya terasa dingin tapi sinar mataharinya hangat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s