Lebaran, Mahasiswa Diliburkan, Namun Ternyata Ada ‘PEMBERSIHAN’

Before

After

courtesy photo by M T Adharsyah

Kamis (1/8) siang hari, saya membaca status seseorang di jaringan sosial. Beliau adalah senior saya yang dulu pernah satu departemen di Kabinet KM. Isinya mengenai barang-barang himpunan yang diletakkan di luar sekre himpunan telah diangkut oleh rektorat pake truk. Pengangkutan ini mendadak dilakukan tanpa adanya pemberitahuan ke himpunan mahasiswa.

Himpunan kami memiliki beberapa barang di luar sekre, diantaranya: 3 mading, 3 meja, 4 kursi panjang, 1 lapak besar, 1 rak besar, 1 lemari kecil. Untuk membuat mushalla mini, kami merakit 2 meja, beberapa potong bambu dan spanduk bekas. Kami juga menempatkan sebuah lemari kecil untuk buku-buku agama beserta sejadah, Al-qur’an, dan alat shalat. Di acara ‘pembersihan’, mungkin kami termasuk himpunan yang paling beruntung karena yang diangkut ‘hanya’ 1 mading, 1 rak, 1 lapak, 2 kursi. Sementara himpunan yang lain bisa mendadak ‘bersih’ sebersih-bersihnya.

Berikut penjelasan dari K3L (via akun twitter @advokasiKMITB), “Sosialisasi sudah dilakukan oleh K3L dan Dit SP sebelumnya kepada unit kegiatan kemahasiswaan melalui Fakultas/Sekolah dan LK. bahwa apabila tak dirapikan akan ada perapihan oleh ITB. Sebelumnya telah dilayangkan peringatan/surat K3L kepada para dekan dan Kepala LK yang masih belum diindahkan oleh himpunan. Perapihan adalah dalam rangka penertiban barang2 yg tak terpakai/kumuh/sampah yg menjadi sarang nyamuk, tikus, barang bekas, botol minuman dan perabot lainnya yg tak layak lagi dipakai, serta meja kumuh yg tentunya berpotensi mjd vektor penyakit. ITB memiliki program utk memperbaharui perlengkapan himpunan agar rapi dan seragam. Rektor dan para wakil rektor sudah patroli keliling kampus berkali-kali dan masih selalu menemukn kondisi tidak higienis dan sanitasi lingkungan yg buruk. Kamipun menemukan ada bensin/minyak tanah yg merupakan bahan b3 di himpunan2 yg berisiko terbakar. apabila ada barang yang akan diambil kembali, dipersilakn. Tentunya dengan surat permohonan persetujuan terlebih dahulu ke Dekan/LK utk diteruskan ke Dit SP cc K3L.”

Sayangnya ‘niat mulia’ bapak-ibu petinggi ini menuai banyak komentar pedas dari para mahasiswa. Komentar-komentar negatif ini muncul bukannya tanpa alasan. Pembersihan dilakukan mendadak di hari libur tanpa sepengetahuan mahasiswa. Kalau K3L mengaku sudah melakukan sosialisasi prihal ‘pembersihan’ tanggal 1 September ini, artinya ada miskomunikasi dalam jalur penyampaian sosialisasi karena sebelumnya tidak ada surat sosialisasi yang sampai ke himpunan. Entah itu miskomunikasi terjadi di LK, Fakultas/Sekolah, maupun Program Studi. TAPI PLISLAH YA, DIANTARA SEKIAN SOSIALISASI YANG BERHUBUNGAN KEMAHASISWAAN, KENAPA CUMA MASALAH INI YANG TERJADI MISKOMUNIKASI?? cukuplah dagelannya!

Lapak, meja, kursi, mading, banyak diantaranya yang merupakan hasil karya mahasiswa, dengan kata lain: bikin sendiri, berdasarkan kebutuhan anggota himpunan untuk bisa berkumpul di himpunannya masing-masing. Mungkin di himpunan lain ada barang-barang lain seperti spanduk bekas, maskot acara besar, dll. Tapi yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah (hanya) karena pengambilan barang, melainkan karena mahasiswa tidak dilibatkan dalam kebijakan ini. Kalaupun barang-barang itu memang harus diangkut, banyak kok mahasiswa yang bakal bantu ngangkutin barang. Buktinya, saat bapak-ibu petinggi patroli ke himpunan Labtek Biru, kami rela-rela aja kok ngeluarin barang-barang, pake bantu ngangkutin ke truk.

Apalagi sebelumnya sekitar tanggal 27 Agustus beredar kabar bahwa mahasiswa dilarang ngampus dari tanggal 28/8 sampai 4/9 dengan alasan para pegawainya diliburkan. Berita ini masih simpang siur sampai akhirnya pada keesokan harinya ternyata gerbang selatan kampus masih dibuka, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam hal ini ternyata kampus tidak ditutup secara harfiah, hanya saja kegiatan mahasiswa (misalnya mau bikin TA di kampus) memerlukan izin s/d 2 Sep. Isu dilarangnya mahasiswa berkegiatan ini memperparah dugaan-dugaan bahwa ‘pembersihan’ ini sengaja dilakukan saat mahasiswa tidak berada di kampus.

Kenapa pembersihan dilakukan tanggal 1 September? Jika kita melihat sisi positifnya, mungkin agar meja/kursi yang (katanya akan dikasi) baru sudah tersedia ketika nanti mahasiswa mulai masuk tanggal 8 September. Tapi mungkin juga 1 September merupakan momen yang tepat untuk membabat tanpa perlawanan.

We will be watching you…

Artikel terkait:
Barang-barang di Luar Sekre Diambil? – KM ITB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s