Di labtek biru, entah sejak kapan rasanya aku enggan menyebut jam 22:00 dengan istilah “sudah larut malam”. Seringnya bubar rapat jam segitu membuat aku akrab dengan jam 22:00. seperti sekarang, labtek biru masih ramai oleh belasan orang berwajah lusuh yang susah bangun pagi.

Sepi baru terasa ketika menginjak lorong labtek enam, benar-benar tak berpenghuni. Tiba di labtek lima, ruangan-ruangan gelap, mushalla tak ada orang. Benar juga, ternyata sudah malam.

Gedung berdinding kaca itu juga gelap. Dibalik kaca-kacanya, berjejer rapi kursi kuliah, dan lagi-lagi.. tidak ada orang tentu saja. Malam itu dingin, udara dihiasi kabut tipis…
ah! lihat! itu aku! Bersendal jepit, berjaket tebal, beransel besar, berjalan seperti pinguin, kanan kiri kanan kiri kanan kiri, plek plek plek plek… menelusuri boulevard yang lampunya hampir padam, persis seperti lilin.

Bandung. Beberapa kali aku membayangkan ditodong orang tak dikenal, atau disekap dari belakang, atau dijambret sepeda motor, ketemu orang mabok. Waswas. Sesepi itu, sejujurnya aku takut.

Hahahaha jangan berikan aku tatapan dan pertanyaan-pertanyaan itu!! sungguh tidak ada yang bersalah, aku hanya kangen jalan sendirian di boulevard dan pulang tanpa percakapan :)
Ini persis seperti tiga tahun yang lalu, bedanya waktu itu kampus lebih ramai…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s