Sore-sore

Namanya Resti, 11 tahun. Tidak beralas-kaki. Menghampiri satu meja ke meja yang lain, dengan kecrekan di tangan kiri. Badannya basah kuyup karena hujan. Nampak takut-takut pada awalnya, namun tersipu-sipu malu ketika ia jawab pertanyaanku dengan, “cumi bakar” dan “jus stroberi” :)
“Aku ngga punya kasur di rumah, cuma tidur pake baju yang dijadiin bantal. Tapiiii alhamdulillah bisa tidur :D alhamdulillah..”
Sore hari yang dingin, sedingin lengan Resti.
Sehangat gelap nyawang dan lagu-lagu 90an.
Sekenyang Putri yang kekenyangan dikunjungi tantenya dari Balikpapan.

“tapi dibungkus ya teh”
“:D”
terakhir, ia berlari.. dan berlari.. dan berlari..
mungkin buru-buru ingin dibaginya dengan seseorang :)

Ps.
Putri, kita harus melakukan ini lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s