Evaluation and Resolution

Resolution*
something one makes up one’s mind to do

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejak SMA saya memberlakukan resolusi tahun baru, yaitu tekad menuju suatu hal dalam waktu kurang lebih 1 tahun ke depannya (maap ini definisi pribadi :P). Dan alhamdulillah sering kali berhasil ditunaikan, walaupun dalam banyak hal juga malah melenceng –melenceng digantikan oleh yang lebih baik tapinya, hehe. Yaiyalah, kita boleh merencanakan, berusaha lebih dari keras, tapi apapun yang terjadi (tercapai atau tidak), pasti ketetapan Allah swt itulah yang terbaik :).

Ehem, mungkin dimulai dari evaluasi tahun 2011 dulu kali ya.
Kalo dibandingkan dengan tahun-tahun lainnya –> misalnya tahun 2010: jadi newbie di Kabinet, newbie di Himpunan, punya banyak cita-cita, belajar superbanyak skill pas liburan (software video editor, beberapa image editor, belajar advertising, pengalaman hunting foto gedung tua, menang lomba fotografi, dll) = edan :)

Tidak seperti tahun-tahun lainnya, 2011 cuma punya 1 tema, yaitu: recovery.

Sebenernya tidak diniatkan untuk satu tahun recovery. Tapi selama keberjalanan 2011, tanpa disangka-sangka saya ‘terluka’ cukup parah. Berkali-kali down, sehingga berkali-kali pula harus berusaha pulih.

Recovery/pulih dari banyak hal. Yang intinya adalah menyadari sebuah hal yang tidak saya sadari selama 20 tahun. Fluktuasi emosi banyak terjadi di tahun 2011. Mungkin rekor saya nangis tersering sejauh ini dipegang oleh tahun 2011, hahaha. Kadang bisa sampe mengganggu aktivitas yang seabrek, tapi mau ngga mau harus bisa berdiri sendiri kan? Di akhirat nanti pun pertanggung jawabannya juga sendiri-sendiri. Jadi, kalo di dunia doang mah pasti bisa insyaAllah :) Lucunya, banyak orang yang kaget ketika saya mengaku sering nangis. Mungkin image saya yang selama ini terlalu santai kya di pantai <– ini kata vera :))) hahahaha.

Air mata menjadi cara alami dari tubuh kita untuk mengolah stres. Secara fisik, air mata itu seperti air laut, cairan asin yang membantu melumasi mata dan mengusir gejolak hormon stres serta racun lainnya. Dalam berbagai studi, tangisan juga menyebabkan kita memproduksi endorfin, hormon yang memberikan rasa menyenangkan.*

Bahkan tahun 2011 ini saya enggan menulis. Tahun stress kali ya. depresi? idk. it’s more than just stress about collage. but it’s okay. it’s hard. but it’s okay. it’s sad. but it’s okay.
Sebuah fase dimana saya malu sama Allah swt, marah dengan diri sendiri, belajar mengolah segala emosi yang muncul, membedakan mana langit dan mana bumi.
Bagaimanapun, ini cara-Nya untuk memperlihatkan sisi lain dari saya yang tidak saya ketahui sebelumnya. Alhamdulillah :)

Terakhir,
mungkin jadi banyak yang berpikir, “gila lu recovery aja sampe setahun?! plislah..”
Well, you just don’t know what i’ve been through :) and how i kept it alone.
Tapi saya janji, ini postingan galau yang terakhir. Mari sambut 2012 dengan ceria! :D

I’m not living anyone’s life. It’s mine :)

Tekad tahun 2012 (not in any particular order):
yang wajib:
– bikin video dokumenter (tentang profil pedagang-pedagang di sekitar kampus, tentang meteo, …)
– ke karimun jawa <– kalo bisa bikin video ttg ini juga
– rutin ke ciroyom
– menyetir kendaraan pribadi (minimal motor)
– Ikut 日本語能力試験 –> nihongo noryokushiken (bisa dibilang TOEFLnya bahasa Jepang)
– TA

yang sunah:
– banyak

This post is also dedicated to mbaksis apriany :)
yang suatu hari kemarin mengingatkan saya bahwa ngga baik juga kalo sering-sering nangis, hehehe

Advertisements

4 thoughts on “Evaluation and Resolution

  1. ketuakelas says:

    dek… soal belajar video editing, bareng yuk… aku juga ingin belajar itu.. :D
    btw, kebanyakan orang pakai software apa sekarang ya? adobe premiere kah?

    • nuririn says:

      adobe premiere yang cihuy! B-) ehehehe..
      di lab sekarang hampir semuanya diinstal lho..
      *buat praktikum simet :P

      tapi ka.. saya sendiri belum mengaplikasikannya ke dalam sebuah karya nyata beneran, baru coba iseng2 bikin video INKM 2009, itupun dua tahun lalu.. hayuk belajaaar! les atau bagaimana? :D

  2. ketuakelas says:

    jangan leeees, :))) otodidak sahajaa..
    aku pernah make premiere buat video rubel tea, tapi dia kalah ‘user friendly’ dibandingkan corel video studio.. T_____T

    dan premier butuh resource gede banget buat nge-render nya.. zzzz… :)))

    aku yakin ada software di luar 2 itu sih… :D
    ayo berburu literatuuur.. :)))

  3. Hanifah Fitriasari says:

    ada windows movie maker buat coba2 :P. ada juga apa gitu namanya itu lebih user friendly juga tinggal pake

    kalo ngerender tergantung panjang film yang dirender sih kak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s