Bam. bam. bam.

Ketika Jakarta hujan, suaranya itu gaduh seperti rasanya genteng rumah berjatuhan.
jika dibayangkan, seakan-akan seisi laut jawa ditumpahkan diatas kota panas ini.
suara petirnya menderu-deru, ngga mau kalah dengan erangan mobil-mobil manusia.
tidak berhenti-berhenti. begitu terus sampai kau tertidur.

rasakan.
gemuruh loncatan elektron menggedor-gedor
dinding bata yang kusandar dan lantai ubin yang kupijak,

bagaimana rasanya jika beratapkan seng, berdinding kardus, dan berlantaikan tanah
seperti banyak rumah-rumah di casablanca?
mungkin rasanya adalah..
seperti melihat gedung kaca dengan sudut 90 derajat

entahlah, aku belum pernah.

air menggenang
tak tahu harus kemana
disana-sini aspal, katanya
lalu, kemana air bisa pulang?

aah, gedung. gedung. gedung.
kota ini angkuh, bangunannya gagah, orang-orangnya rapuh.
tapi semakin aku pandangi duri-duri pencakar langit itu,
semakin aku kagum dengan kecantikannya
dan semakin aku ngeri membayangkan, akan menjadi monster seperti apa lagi dia.

20120103-185523.jpgFoto: Jalancasablanca, tetangganya malambasador. @nuririn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s