Memori

Memori. bukan, bukan salon di deket kampus.
tapi, ya, memori.

Bagian dari manusia yang tidak kelihatan, tapi itu ada dan menakjubkan.
Sesuatu yang membuat kita mencium wangi indomie goreng walaupun ngga ada yang makan indomie goreng di sekitar kita. yang membuat kita membayangkan berada di sebuah jalan di dekat rumah sana, padahal kita berada di tempat yang ratusan-kilometer jauhnya. yang membuat kita melihat orang-orang yang kita sayangi padahal kita lagi sendirian di kamar.
eh, itu mah halusinasi ya? hahaha..

Tapi siapa yang bisa menyangkal kekuatan memori yang ada pada diri kita? :)

Lucu, sekarang saya malah jadi flashback ke belakang, teringat isi kepala saya waktu kecil.
Waktu SD kelas 6, saya pernah berpikir, “Uwaaa, matematik ini sesusah ini.. gimana nanti pas kuliah.. otakku pasti ngga bakal kuattt…” Kenyataannya, saya malah masuk jurusan yang banyak ngitung dan sekarang sudah bertahan hingga tingkat akhir.

Atau pas saya baru lulus SMP, seorang artis Jepang kesukaan saya berulang tahun yang ke-21. Pikir saya, “gimana ya rasanya berumur 21 tahun?”. Di blog sang artis, ternyata ia membahas hal yang sama! Kurang lebih, begini katanya, “Waktu kecil saya bertanya-tanya bagaimana rasanya berumur 21. Setelah mengalaminya sendiri, ternyata saya yang sekarang tetaplah seorang saya.”

Twenty-two is right around the corner, and twenty-three is about two steps away. Saya akan mengambil banyak keputusan besar nantinya. However, talking about excitements, I still don’t mind if people call me fifteen. Kata orang, menjadi dewasa adalah pilihan. Tapi saya penasaran, apakah ada hubungannya dengan masih memiliki antusiasme hidup. Yang saya lihat, orang-orang tumbuh, kemudian merasa bosan, berpikir negatif, lupa bahwa sebenarnya punya memori. Loh? apa hubungannya dengan memori? Buat saya, ingatan itu memicu adrenalin. Mengingat kembali apa yang ingin saya lakukan, langkah apa yang akan saya ambil, apa yang ingin saya perbaiki, apa yang ingin saya ketahui.

Jadi, pembaca, bagaimana dengan memori anda?

20120111-213207.jpg
Photo: bawah jembatan layang kp melayu. @nuririn

Advertisements

One thought on “Memori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s