Disegani.

Sama seperti kekuasaan, disegani itu seperti pisau bermata dua.

Disegani itu didengar, tapi kadang berpotensi pula untuk dibohongi.
Untuk itu saya sadar betul.
Hal lainnya adalah kegiatan sindir menyindir di kalangan mereka. Membuat saya kadang tidak tahu keadaan karena tidak pernah ditusuk langsung. Hanya dengar dari beberapa teman.

Heran, perasaan tidak ada bagian dari diri ini yang pantas untuk disegani.

20120129-084547.jpg
Photo: boulevard, bandung. @nuririn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s