Poin Satu.

Udah setahun terakhir saya berkoar-koar mengenai sebuah hal:
Gue pengen bisa bawa motor sendiri.
Statement itu bukan atas dasar ingin terlihat keren, apalagi buat sok-sokan mandiri, bukan.
Kadang orang-orang menakut-nakuti dengan bilang, “Lo yakin?”
“Naik motor itu ngga semudah kelihatannya lho..”
“Bisa repot kalo ngurusin kendaraan sendiri..”, dll.
Saya ngga peduli.

Tekad saya itu muncul hanya karena satu alasan vital:
Saya ngga mau dibonceng laki-laki yang bukan mahram.
Saya rasa saya ngga perlu memberikan kuliah panjang lebar kenapa saya ngotot dengan alasan itu.

Jadi, kalopun harus bersusah-susah, akan saya perjuangkan. Harus meluangkan waktu untuk ke bengkel, berkali-kali hampir nyungsep, dinginnya angin bandung, beratnya motor, macetnya jalanan, menghadapi cuaca yang kurang bersahabat, dll.

Ini poin pertama dari doa saya.
Ya Allah, jika Engkau berkenan, selanjutnya adalah poin kedua, ketiga, dan keempat :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s