Fashion Photography – updated

Without any doubt, i’m saying that yesterday was a total awesomenessss! :D

Dalam sebuah acara workshop, saya berkesempatan untuk memotret Julia, Russia’s Next Top Model. Memotret model profesional internasional was beyond my wildest dream. Rasanya? Wah, saya bingung kalo ditanya rasanya gimana, hahaha. Bahkan sampe tadi malam saya masih speechless saking senengnya.
Belum tau Julia? Berikut adalah foto-fotonya pas jadi peserta Russia’s Next Top Model:


Semua bermula dari 2 minggu yang lalu saat sebuah e-mail masuk ke inbox saya mengabarkan prihal diselenggarakannya Seminar dan Workshop yang bertemakan Fashion Photography. Satu orang yang terlintas di kepala saya adalah Dira, seorang teman yang fashionable dan juga suka motret. Buat saya sendiri, saya tergiur HTM yang ‘mahasiswa banget’ karena disaat yang bersamaan saya dapet kabar adanya acara lain yang serupa tapi harganya 4kali lipatnya dan itu bisa mencederai dompet saya. Kemudian kami daftar, bayar, dan sabtu kemarin jadilah kami berdua hadir di ruang auditorium itu.

Acara dimulai pukul 9 dan dimulai dengan presentasi perwakilan Oktagon mengenai produk lighting Profoto. Suasana memanas saat keynote speaker, Julius Bramanto, naik ke panggung. Julius Bramanto adalah seorang fotografer profesional yang karyanya sudah beredar di berbagai majalah fashion ternama di dalam maupun luar negeri, sebutlah Harper’s Bazaar, Elle, Amica, Clara, Cosmopolitan dan Esquire. Selain itu banyak proyek lainnya yang telah ia tangani. Di seminar itu, ia banyak bercerita mengenai behind the scene karya-karyanya, seperti konsep apa yang dibawa, bagaimana ia mengeksekusi, sampai cerita pengalaman bekerjasama dengan model yang ngambek nangis dua jam di WC. Fotografi itu art dan jadikanlah karya kita stand-out dibandingkan dengan yang lain. Kalo bisa sejak dari thumbnail itu udah keliatan menarik. Kemudian acara dilanjutkan dengan demo foto.

Setelah demo foto, peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok nantinya bergiliran masuk ke 3 kelas yang sudah disulap jadi studio mini, lengkap dengan background, lighting, dan model di masing-masing tempat. Tema tiap studio pun berbeda, ada Classic, Glamour, dan Androgyny. Yang ini adalah hasil dari kamera sayah :3




Setelah workshop, diadakan sesi tentang make up artist dan stylist yang dibawakan oleh Rajasa Pramesywara.

Behind the scene:



The goodie bag:






Di studio glamour & androgyny, kami menggunakan continuous light untuk lighting, sedangkan di studio classic kami menggunakan trigger ini.

Mungkin kalau di acara workshop studio semacam ini, para pengguna kamera Sony Alpha seringkali dibecandain gara-gara hot shoe kamernya berbeda sehingga ngga bisa make trigger yang disediain panitia. Ngeselin ya hahaha! Tapi tenang aja, tinggal beli hot shoe adaptor kok :) tersedia di kaskus, ini contohnya yang punya saya:

Selalu siap sedia adaptor ini untuk acara apapun! :D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s