Patah

TOK TOK TOK.
Ketukan di pintu kamar kosan membangunkan aku yang tidur terlalu dini malam itu. Bersamaan dengan itu, ponselku berbunyi.
“Halo? Ada apa?”
“Nurin di mana? di kosan?”
“Kamu di depan kamarku?”
“…”
TOK TOK TOK.
Ponselku masih di telinga, dan sambil mengumpulkan nyawa, aku buka pintu. Kulihat perempuan kecil itu berkaos pink dan berjeans. Ponselnya masih ditelinga, sama sepertiku. “Kamu.. kenapa?”
Perlahan ia turunkan tangan yang memegang ponsel. Kedua ujung bibirnya juga perlahan turun dan matanya yang merah sembab mulai mengucurkan air mata. Sesenggukan.

Kubiarkan ia menyenderkan punggungnya di sisi kasur. Kepalanya ia rebahkan di pangkuanku.
Kemudian ia lanjutkan menangis. Histeris.

Sepatah inikah?

Entah berapa jam lamanya aku mengelus kepalamu, berharap kau bisa lebih tenang. Kau meracau. Akupun tak tega mengucapkan apapun. Sesekali kau meraih ponselmu, melihatnya sebentar, meletakkannya kembali, menangis. Kau raih lagi ponsel itu, kau lihat, kau letakkan kembali, kau menangis.

Hati yang kau bilang telah berpaling itu memang menyakitkan. Tapi ini sudah saatnya kau ganti proyeksi matang yang kau buat beberapa waktu lalu. Itulah yang ingin kukatakan, tapi akhirnya sampai detik ini pun tak kubahas sama sekali. Kita berbicara mengenai ibumu yang salah mengucapkan Mozila, jadi Mozarela. Mengenai cita-citamu di fashion bisnis. Mengenai almarhum driver-mu yang bijak. Mengenai teman-teman SMPmu. Mengenai bambu. Mengenai kau yang tak ingin menikah di umur 27. Mengenai teman dunia maya-mu waktu SMP ternyata adalah teman SMAku yang sekarang kuliah di kampus yang sama dengan kita. Mengenai model rusia yang pernah kita potret tempo hari, ternyata dia ada di fashion spread majalah yang kita pegang.

Setelah hampir 48 jam bersama, kau malah tersadarkan oleh Jupe. Iya artis itu! JUPE!! JLIAPRZ!!
Pagi tadi kau bilang, “Ternyata masalah gue bukan apa-apa ya rin, kalo dibandingin sama Jupe. Lo inget dress-dress yang semalem dia pake di konserArmada di esceteve? Itu tuh harusnya dress-dress buat pernikahan dia sama Gstn!!! Tapi ternyata dia putus sama Gstn. Gila. Gimana sakitnya hati si Jupe ngga bisa gue bayangin. Pasti jauh lebih sakit daripada apa yang gue rasain sekarang.”
“Hmmm.. oke..”
“Ah gue Ne A dulu, deh.. baru kerasa ternyata udah dua hari gue ngga ada kemajuan sama sekali. Rin, lo kerjain UAS take home lo gih!”
Edan. Terima kasih Jupe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s