Hong Kong #4

image

Perjalanan ruang
Hal yang paling sulit untuk tidak dilakukan jika pergi ke negara orang adalah membandingkan negara itu dengan negara sendiri. The good, also the bad ones. Dan jika narasi di otak saya bisa mengetik sendiri, mungkin sudah belasan pos tertulis di blog ini.

Hal pertama yang saya notice dari tempat ini adalah teknologi. Setiap orang punya sebuah kartu bernama Octopus.
image
Octopus ini semacam kartu yang bisa kita ‘isi’kan sejumlah uang untuk membayar berbagai macam hal. Bayar ongkos bus, belanja di 7eleven, bayar ongkos naik kereta MTR, semua pake octopus. Octopus bisa prabayar dengan sistem isi ulang, bisa juga pasca bayar dengan kredit card. Orang-orang disini juga suka menghias Octopusnya dengan stiker, hehehe,kalo ini punya saya:
image
Yang bikin keren adalah mesin pembaca octopus. Scannernya bisa menembus dompet! Jadi kalo octopusnya dimasukkan ke dompet, tinggal tempelkan dompet di scannernya. Keren T,T haha..
Naik bus? Tinggal tempelkan octopus di mesin sebelah pak supir, otomatis uang deposit kita di kartu itu berkurang dan kita bisa langsung melenggang masuk bus untuk duduk tanpa repot cari duit kecil atau ngitung duit kembalian. Cepat. Instan.
Ini dia scanner octopusnya:
image
image

image

Naik MTR? Tempelkan octopus di mesin untuk masuk stasiun, dia akan memberitahu berapa saldo octopus kita. Setelah masuk, kita bisa bepergian kemana-mana naik MTR. Setelah sampai di stasiun tujuan, saldo octopus kita baru akan dikurangi ketika kita keluar stasiun, tinggal tempel di mesin di pintu keluar stasiun kereta. Cepat. Instan. Jadi walaupun ramai, antrian pasti mengalir.
image

image

image

Public transportation adalah urat nadi seseorang untuk berpindah tempat. Sedikit sekali mobil pribadi disini. Bus dan MTR nyaman, berAC, cepat. *sigh. Nyaman. Nyaman. Nyaman. Jadi jangan heran kalau melihat ada orang yang jalan-jalan di mall pake koper. Ya, koper.
image
Koper berguna untuk membawa barang-barang belanjaan yang banyak. Jangan lupa, kantong plastik disini tidak diberikan secara cuma-cuma, harus bayar. Apalagi pada umumnya orang tidak membawa mobil pribadi, jadi kalo belanja banyak tidak bisa diangkut pake mobil. Koper. Tinggal digeret kemana-kemana, masuk bus atau kereta pun nyaman. Tak ada mata orang-orang iseng yang berniat mencemooh. Yah oke, minimal bawalah tote-bag lipat.

Perjalanan batin
Jilbab adalah statement. Itu lebih kuat dari sekedar identitas. ID bisa disembunyikan, tapi sebuah statement adalah rentetan kata yang ditato di jidatmu sehingga orang-orang pasti bisa melihatnya.
Di sini, orang-orang tidak memandang aneh saya yang memakai jilbab. Memang ada satu dua orang yang diam-diam memperhatikan. Tapi sebagian besar lainnya, yang saya lihat dari matanya, jelas-jelas mereka tidak peduli dengan apa yang saya kenakan. Semua orang sibuk dengan smart phone mereka masing-masing: nonton videoklip, nonton televisi, texting, baca e-mail, dll.
Jadi, sekali lagi, jilbab adalah statement. Saya adalah muslim. Dan perilaku saya mencerminkan perilaku muslim lainnya –yah setidaknya begitulah cara kerja dunia: menjudge sample kecil untuk menjudge sejumlah besar lainnya, saya tau cara ini kurang adil tapi saya takkan bisa membahas keadilan disini. Jadi, lakukan saja apa yang bisa dilakukan.
image

(bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s