Otak saya ketinggalan di hk

Pada satu malam di jakarta, ada sebuah ruangan yang letaknya diantara selatan, timur, dan tengah. Ruangan itu temperaturnya rendah karena AC, tapi di saat yang bersamaan rasanya hangat karena ada sebuah keluarga dengan personil lengkap berkumpul di dalamnya.

Tiga orang sudah lelap. Tersisa satu yang ternyata sedang diam-diam menangis. Banyak sekali yang ingin ia lakukan, sampai-sampai kebingungan harus memulai dari yang mana. Rasa-rasa bercampur aduk. Tenang. Kalut. Ingin. Tak ingin. Sedih. Gembira. Kusut. Berai. Dan ujung-ujungnya tak ada yang bisa diceritakan. Inilah bisu yang tak direncanakan. Maka raga pun bernyanyi. Bukan untuk kegamangan tentu saja. Tapi untuk yang tak terdefinisikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s