Hong Kong #6

Saya tahu, sangat tidak adil membandingkan Hong Kong dengan Jakarta. Hong Kong adalah sebuah negara yang luasnya 1.104 km² dengan penduduk 7.061.200 jiwa (2010). Sedangkan Jakarta adalah sebuah kota dengan luas yang hanya hampir setengahnya yaitu 661,52 km² tapi berpenduduk lebih banyak, 9.607.787 jiwa (2010). Ketika Hong Kong sudah memikirkan warga negaranya, Jakarta harus memikirkan penduduk se-Indonesia.

Ketika bulan lalu saya ke Hong Kong, saat itu sedang musim panas. Menurut saya cuacanya lebih panas dari Jakarta dan jauh lebih lembab, tapi rasa udaranya tak sekotor Jakarta. Mungkin karena saya berada di Pulau Lantau, daerah perbukitan hutan yang dikelilingi laut, dan juga sedikit sekali mobil pribadi yang berkeliaran di sana. Di jalan raya hanya ada bus, bus, dan bus. Untuk ke kota pun menggunakan MTR. Tentu saya sudah cerita betapa nyamannya public transportation di sana. Bahkan tante saya (yang tinggal di sana) merasa lebih aman melepaskan sepupu-sepupu saya pergi kemana-mana sendiri di Hong Kong daripada di Jakarta. Rasa aman itulah yang tak ternilai harganya. Saya pun merasakannya, rasa aman itu. Jika saya tidak pulang ke Jakarta, bisa-bisa saya lupa bagaimana cara seorang wanita harus struggle di jalan dengan resiko kecopetan, pengendara yang ugal-ugalan, dan pelecehan seksual secara verbal. Ironis sekali bagaimana negara orang lebih membuat kita merasa aman dibawah pemerintahannya. Memikirkannya saja pun sedih, dan kesedihan itu belum termasuk kekecewaan pada diri sendiri karena pernah berpikir untuk tidak mau pulang.

Saking saya ingin Jakarta bisa nyaman dan aman, sudah beberapa malam berturut-turut saya bermimpi tinggal di Jakarta dengan infrastruktur seperti Hong Kong. Saya naik MTR bersama nek Uan, menuju barat. Siang itu saya berdiri sambil membaca buku, nek Uan di kursi roda sebelah saya, di luar terlihat monas, fly over kampung melayu dan mall Ambasador. Langitnya biru seperti Bandung. Dan ketika bangun tidur, saya kecewa karena yang barusan cuma mimpi. Seminggu seperti ini.

image

image

image

Jika pengubah wajah Jakarta belum juga muncul di generasi saya, kelak saya akan mendidik anak-anak yang nantinya bisa mengubah Jakarta menjadi tempat yang jujur, nyaman dan aman.

Tahukah kau bahwa Muhammad Al-Fatih menguasai Konstantinopel ketika ia berusia 21 tahun?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s