Hyper

Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa saya mencintai sains seperti halnya saya mencintai seni :’)
image

Di tahun 2008, bayangkan seorang saya yang baru mulai mengetahui dunia fotografi. Bayangkan semangat saya yang menggelora dor dor dor duar duar tapi dengan skill nol sama sekali. Suatu hari di tahun itu saya bilang ke papa,”Papa, aku mau kamera DSLR.”
“Buat apa beli yang begituan, ngga usah yang aneh-aneh. pasti ngga bakal dipake.”
“Aku mau jadi fotografer,” ungkap saya. Saat itu sedang kumpul keluarga besar, para ‘petinggi’ malah menertawakan ketika saya bilang begitu.
Saya ditertawakan.
Tapi buat saya itu sama sekali bukan lelucon.
Stressnya bukan main. Tinggi sekali.
“Aku.mau.jadi.fotografer.” saya ulangi kalimat itu dengan nada & wajah yang lebih serius dari wajah serius saya yang sebelumnya. Kemampuan tidak ada, kamera tidak punya, kuliah di jurusan ngitung, bilang mau jadi fotografer. Sebenarnya, dengan kondisi seperti itu, tak heran jika saya jadi bahan tertawaan. Apalagi yang saya hadapi itu adalah orang-orang dengan latar belakang akademisi yang kental.

Tapi setelah itu berbagai kejadian terjadi, saya akhirnya punya DSLR :)
Semua tak berhenti di situ, saya bertekad untuk belajar. Dan proses belajar bukanlah hal yang ujug-ujug langsung bisa. Dari fotografi saya belajar untuk mau sabar dalam belajar. Harus mau latihan, praktek, membaca, mencoba, bertanya, dan terus menerus mencari inspirasi. Tak ada kata bosan dalam menggali ide & konsep.
Dari proses itu, lahirlah seorang saya yang sekarang.

Saya pikir, mungkin begitu juga dengan sains. Waktu kecil, saya banyak dibelikan buku-buku sains untuk anak-anak. Bayangkan anak umur 5 tahun senang membaca buku bergambar yang di dalamnya menjelaskan proses mekanis cara kerja sebuah mesin cuci, vacuum cleaner, kulkas, televisi, dll. Menarik! Entahlah saya juga heran kenapa dulu saya menganggapnya sangat menarik. Dan entah juga sejak kapan saya menganaktirikan sains dalam hidup saya.

Allah swt menggariskan jurusan ini di hidup saya. InsyaAllah nantinya saya akan jadi seorang sarjana sains. Pasti ada maksud tertentu di balik ini semua. Dan saya takkan memaafkan diri saya jika nantinya ilmu yang saya dapatkan ini tidak bermanfaat bagi orang lain :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s