Thinking for ages?

Halo, selamat malam pembaca. Agak bingung karena beberapa hari terakhir blog ini tak bisa diakses? Ok, jangan bingung lagi karena sekarang sudah bisa dibuka kembali :)

Ngomong-ngomong, umur kalian berapa sekarang? 24? 15? 10? 32?
Pertanyaan apa saja yang menyerbu kalian ketika lebaran kemarin? Yah, keluarga itu bukannya kepo si, mereka ingin tahu karena mereka peduli kok, hehe. Mungkin yang baru lulus SMA pada ditanyain, “Kuliah dimana sekarang?” Atau yang baru masuk SMP ditanyain, “Gimana sekolahnya? Udah liat video klip One Direction yang baru? Udah tau belom Zayn Malik nge-delete akun twitternya sendiri?”
Saya sih kebagian pertanyaan, “Semester berapa? Lagi nyusun skripsi ya?” Standar. Kalo mama saya agak beda, mama menerima pertanyaan yang baru kali ini saya dengar, “Kapan mantu?”
Jeger.

Mungkin kalian termasuk orang-orang yang capek ya menghadapi beberapa fakta bahwa: dunia itu pasti majunya ke depan, jarum jam itu pasti muternya ke kanan, abis hari minggu ya hari senen, abis desember itu januari, setelah malam berbintang akan ada pagi yang dingin, dan seterusnya.
Capek dengan fakta-fakta itu? Ya, sama kya saya. Kadang sampe mikirnya why can’t we just watch doraemon and live happily ever after for the rest of our lives?? dan sewot sendiri.

Eh ngga deng, ngga enak juga sih seumur hidup nonton doraemon doang.

Mungkin kalian juga termasuk orang-orang yang susah move on. Terhadap apapun yang ada di masa lalu tentu saja. Misalnya teman-teman, himpunan, prioritas dan kebiasaan-kebiasaan yang kalian bentuk selama beberapa tahun di sekolah atau kampus…
Dan intinya adalah rasa kehilangan. Tapi bukan kehilangan dalam artian segala hal lenyap. Semua itu ada, tapi hidup di masa lalu. Dan sisi lain dari semua itu bisa secara bertahap move on, dunia beralih prioritas mengejar hal-hal yang menurut kalian tidak menarik (seperti cari kerja, cari pacar, dsb). dan hal ini membuat saya (secara harfiah) TIDAK NGAPA-NGAPAIN selama 2 bulan lebih, ngerjain skripsi aja nggak apalagi yang selain itu. Kalian paham maksud saya kan?

Tapi,
tenang saja, menurut saya akan ada kebiasaan-kebiasaan baru di depan sana. Bukan untuk ditakuti, tapi untuk dinikmati :)

Mungkin susah sehingga kita takut-takut melangkah dan jadi bermental senggol bacok. Perlahan tapi pasti. Karena walau kita tunggu pun, jarum jam takkan bergerak ke kiri dengan sendirinya.
:) semangat!

Ps.
Mungkin jangan terlalu banyak kegiatan dulu.

Ps.2
‘sahabat-sejak-SD-saya’ akan menikah besok :’)
dan seperti biasa, untuk hal-hal spesial saya selalu mempersiapkan kado!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s