inconscience

Untuk beberapa hal, saya mengetahui bahwa jika kita susah bersyukur, akan mudah sekali kita bertanya-tanya, “untuk apa saya hidup?” atau, “kenapa hidup ini sangat membosankan?” malah terkadang, “mereka ini manusia atau robot?” sampai, “kenapa mereka juga menyuruh saya jadi robot?”
Pertanyaan-pertanyaan itu tak hanya menimpa orang yang stress, tak hanya menimpa orang-orang yang setahun tidak mandi, tak hanya menimpa orang yang dicurigai sebagai intel di sunken, tapi mungkin juga bisa menimpa orang-orang berdasi, necis, dan orang-orang yang punya jacuzzi. Bahkan tiap tanggal merah bulanan, pertanyaan-pertanyaan itu pun hinggap dan mengekang saya. Pada hari-hari tertentu, gedoran pertanyaan-pertanyaan memuncak dan saya berharap-sedikit-memohon agar saya bisa dibius tak sadarkan diri sehingga tak lagi berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan yang berisik sekali.

Dan ya, hal yang paling mudah dilakukan di dunia ini adalah menyalahkan orang lain. Hal itu juga sekaligus merupakan salah satu hal yang paling menjijikan yang ada di dunia. “Kamu terlalu banyak mikir,” kadang, “Salah kamu sendiri bisa merasa seperti itu,” atau, “Salah kamu sendiri lagian begina begini begina begini”.
Tidak ada kata maaf. Ataukah memang beberapa orang diciptakan tanpa punya kosa kata maaf?

Akhirnya pun kita hanya bisa berkata, “tak ada apa-apa” pada pertanyaan, “ada apa?”
Karena pada akhirnya pun kita tak peduli lagi ada masalah apa.

Advertisements