Sang Calon Tunggal

wajah lelah,
air mukanya gugup

mata sayu,
tatapannya bergerak kehilangan fokus

mata yang berkaca-kaca,
mengerjap-ngerjap

ia tak mampu berkata-kata,
autopilot alam bawah sadarnya saja yang bekerja

ia tahu ia punya segudang kekurangan,
tapi ia hendak menunaikan janjinya padaku,
janji pada seorang swasta
yg memintanya untuk membacakan surat cinta kepada calon rekan-rekannya.
sayang, alam sedang tak mau kompromi.

“kalau tadi saya baca surat cinta saya buat temen-temen calon BP,
alasan kenapa saya mau jadi ketua himpunan,
saya yakin bisa-bisa tadi saya nangis”

you have my vote :’)

Advertisements