Monster (Part 2. End)

sambungan dari postingan ini

————————-

Lama tak ada kabar, sang monster keluar dari pagar rumahnya. Dari balik jendela, aku lihat ia meletakkan sekotak susu cokelat di atas kotak suratku. Aku hendak keluar. Tapi ketika pintu terbuka, sang monster sudah entah kemana. Tak kutemukan ia beredar di jalan membagikan sesuatu.

Kuraih yang ia tinggalkan. Dan ternyata ada sehelai kertas terselip dibawahnya,
“Kepada tetanggaku yang baik hatinya,
berlabuhlah dan berlayarlah.”

berlabuh?
berlayar?

Hari itu adalah hari terakhir aku melihatnya. Hari yang cerah dan hangat. Tak seperti ketika dulu aku pindah ke rumah ini, saat bulan gerimis yang kelabu. Sang monster berkulit mustang, ia tak tahu aku akan segera pindah lagi. Dan ya, hari itu adalah hari terakhir aku melihatnya.

1c9217e43f75336405379fbcf909d859image source

Advertisements