Kematian itu dekat. dan pasti.

Dua berita duka, kurang dari 10 jam. Sesaat sebelum saya tertidur dan sesaat setelah terbangun.

***

1. Sang Pisces
Sebuah tweet di timeline pukul 11 malam.
“buat sahabat gue **********, tetap semangat ya yoo..tetap senyum..
semoga ayahmu mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT. Aamiin Ya Allah” 

Salah satu adik saya di rumah kedua kehilangan Ayahnya. Stroke. Adik saya yang satu ini perawakannya kurus, tak terlalu tinggi. Orang yang unik, berwawasan super luas, dan obsesinya melebihi perpustakaan kampus dan mungkin jantungnya sendiri. And death creates a big hole in the heart of the living ones, there’s no doubt about it. 

Saya jadi ingat (alm) kakek dan karena ini semalaman saya tak bisa menahan tangis. 

389891_2651425801656_1663588821_n

***

2. Nasi Kuning
Pagi ini.
“Bu, beberapa minggu yang lalu sempet ga jualan ya bu?”
“Oh, bapak meninggal, sayang…”

Pertanyaanku tampak mengiris matanya. Bapaklah yang biasanya memasak untuk nasi-kuning tahu telur dan ibulah yang berinteraksi langsung dengan breakfast-hunter seperti saya. Sang Ibu bercerita dan memegang tangan saya. Terakhir, menyentuhkan pipinya di pipi saya. This news struck me like thunders in a cheerful afternoon, I wasn’t prepared to hear anything like this at all. Ibu, semoga usahanya terus lancar, dan semoga Ibu selalu diberi-Nya kesehatan.

Ps.
Padahal, menjelang kelulusan nanti, saya berencana untuk memberi sesuatu kpd Bapak & Ibu nasi kuning.
:( Ternyata Bapaknya udah ngga ada.
SONY DSC

Kematian itu dekat. dan pasti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s