Ngumpul-ngumpul

a18b1c415ff1a009e11d5bc499d9728b
“Orang Indonesia itu suka ngumpul. Kalo rame-rame keliatan semuanya, rasanya seneng”, kata seorang pemilik toko kwetiau pontianak di Batam.

Makanya, ngga heran kalo di jalan kita sering liat orang ngumpul-ngumpul, terutama di warung-warung kecil pinggir jalan. Dari yang saling kenal sampe yang baru kenalan. Dari yang cuma duduk-duduk ngeliatin orang, yang ngopi-ngopi, yang social-smoking, yang bengong-bengong, sampe yang ngobrolin mahalnya harga gas. Dari bapak-bapak paruh baya hingga pemuda-pemuda yang terlihat tengil. Walaupun demikian, yang terasa adalah suasana keakraban, istilah ‘asing’ hampir tidak ada.

Bagi yang tidak suka nongkrong di pinggir jalan, orang-orang yang nongkrong itu terlihat seperti sekelompok preman jalanan. Bagi seorang pengendara motor yang motornya tergelincir, orang-orang yang nongkrong di pinggir jalan itu adalah rescue team cepat tanggap.

2 Januari 2014,
solo dining in a bar
xx

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s