30 Days Writing Challenge | Day 8

067fabdfcc8fc8e4a611b1887a994a69

Day 8: Share something you struggle with

Tadinya saya mau bikin post terpisah untuk ini yang membahas semua-muanya dengan komplit (spesial -seperti nasi goreng). Tapi ternyata tema 30 Days Writing Challenge kali ini sangat cocok dengan sesuatu yang baru saja saya alami. So, why not do them both in one post?

I’m currently struggling with post arthroscopic knee surgery. Bahasa belanda-nya: pascaoperasi arthroscopy lutut.
Disini saya ngga akan dengan detail membahas teknis operasi dan kondisi saya -I’ll tell you why later on. So this is what I can share right now. Not much. But it is what it is.

Tanggal 22 Februari 2016 saya operasi arthroscopy bilateral. Bilateral artinya 2 kaki, kanan dan kiri yaiyalah masa’ kanan dan kanan. Seminggu pertama pascaoperasi saya gampang banget nangis. Bukan karena meratapi kondisi saya. Ini semua bukan sesuatu yang bisa saya cegah -yang artinya ini udah ketetapan Allah swt. But I was really thinking about my parents. Saya sebagai anak sulung, pemudi harapan bangsa dan cinta tanah air beta, ya you know lah gimana perasaan saya.

Singkat cerita I was really sad. Bisa dibilang semacam ‘major mental break down’ sampe beberapa hari saya ngga mau tau urusan tesis. Saya bahkan sengaja ngga mau tau diagnosis detail about what really happened to my knees. Ngga mau liat hasil foto dan rekaman video arthroscopy, ngga mau liat hasil gambar MRI, dll. Biasanya saya kepo googling sana-sini. Tapi kali ini saya cuma cari tau gimana caranya supaya bisa recovery as soon as possible.

Sampe sekarang, tiap ada yang nanya “what happened??” otak saya seperti langsung berhenti dan saya cuma bisa menjelaskan setengah-setengah, lidah rasanya kaku, mata mulai berair, dan saya akhiri dengan kalimat, “pokoknya gitu deh”, karena takut mata bocor.

Sekarang udah hampir 3 minggu pascaoperasi. Udah bisa jalan pake 1 kruk, tadinya kemana-mana harus pake walker.

Semangat. Bismillah.

Advertisements