Panduan Singkat Online Shop (Part 1)

99994fe84d2fc310e6f8e6c1598c7e97
Sekitar 5 tahun yang lalu, online shop di Indonesia itu belum se-booming sekarang. Temen saya pada heran ngeliat saya jual flash atau lensa kamera di FJB kaskus (tapi saya mah santai karena jual beli online udah jadi hal yang biasa buat saya waktu itu). Saya punya temen yang udah 3 tahun terakhir tinggal di Jepang. Kebetulan kemaren lusa saya chat dengan teman saya yang tinggal di Jepang ini. Waktu kita lagi ngobrolin online shop, temen saya bilang kalo dia masih ngerasa takut untuk beli barang di online shop Indonesia -maklumlah karena dia ngga ngikutin perkembangan e-commerce di sini. Yang dia percaya cuma Amazon & Rakuten (karena emang ini yang populer di sana).

Saya belanja di online shop udah sejak tahun 2005, alias 11 tahun yang lalu waktu saya SMA. Saat itu bahkan saya belum punya rekening di bank, jadi selalu minta tolong Mama transferin atau saya yang ke bank langsung. So anyway, karena 11 tahun itu bukanlah waktu yang pendek, saya jadi ngerasa I have a lot to talk about e-commerce.

Perkembangan e-commerce sekarang ini lagi kenceng-kencengnya (dan mungkin kedepannya akan lebih kenceng lagi) dan udah banyak online shop yang terpercaya (walaupun banyak juga yang masih berusaha nipu). So, for my first attempt on writting about online shop, saya mau ngebahas jenis-jenis online shop secara singkat namun padat (dan mudah-mudahan jelas) karena ini bukan tugas essay S2. Di postingan kali ini saya akan bahas 3 jenis e-commerce, dan di part 2 nanti akan membahas 3 sisanya.

Disclaimer:
– This is NOT sponsored
– Jenis klasifikasi ini berdasarkan beberapa literatur & sedikit saya modifikasi berdasarkan pengalaman pribadi

————————————————————————–

Seiring dengan berkembangnya teknologi, mungkin klasifikasi di bawah ini pun akan ikut berkembang. Bahkan sekarang pun banyak online shop yang merupakan overlap dari beberapa jenis e-commerce. Jadi jangan heran kalo ada satu website yang saya sebut lebih dari 1x, itu bukan typo ya hehe.

1. Model B2C (Business to Consumer)
Ini apa? Ini online shop yang nyimpen barangnya sendiri & mengiklankan di websitenya sendiri tanpa perantara. Biasanya mereka punya merk pribadi, ataupun merupakan distributor resmi dari merk-merk tertentu.
Contohnya? BerryBenka, Sociolla, Sephora, Zalora, MapEmall
Buat siapa? Buat pembeli yang nyari barang 100% mutlak original sesuai websitenya. Buat penjual yang siap dengan keseluruhan sistem penjualan yang rapi.
Aman ngga belanja disini? Untuk online shop yang udah punya nama besar, most likely aman. Karena biasanya online shop model ini bertanggung jawab penuh atas barang yang mereka jual -taruhannya gede bro.

2. Model C2C (Costumer to Costumer)
Ini apa? Model bisnis C2C ini disebut juga dengan marketplace, marketplace sebagai fasilitator untuk penjual dan pembeli melakukan transaksi (rekening bersama). Jadi ada 3 pihak disini: perantara (yaitu si pemilik website), penjual (alias seller), dan pembeli (kamu -iyaaa kamuuu). Siapapun bisa jadi penjual ataupun pembeli.
Contohnya? Lazada, Elevenia, Tokopedia, Qoo10, Amazon
Buat siapa? Buat pembeli yang mau meluangkan waktu nyari harga & barang yang cocok di hati. Ini butuh skill. Menurut saya pribadi, originalitas produk di C2C kurang bisa dijamin 100% karena harganya kadang ga masuk akal. Tapi bukan berarti semua barangnya palsu lho. Yang penting cari seller yang trusted. Saya cukup sering beli barang di online shop model ini, tapi saya SELALU bersedia bolak balik halaman sellernya cuma buat liat review, status, dan semua-muanya untuk yakin ini barang sesuai dengan yang saya inginkan. Saya pun bersedia bayar sedikit lebih mahal untuk seller yang saya yakin bagus. Saya akan menghindari untuk beli dari seller yang tidak punya review ataupun yang belum punya status trusted dari online shopnya.
Aman ngga belanja disini? Relatif aman. Karena proses transaksi dijamin oleh si online shop. Walaupun demikian, ini juga tergantung sellernya ya, fast respond terhadap notification dari si online shop atau ngga.

3. Berbasis Media Sosial
Ini apa? Model online shop ini memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk mereka. Siapapun bisa jadi penjual ataupun pembeli.
Contohnya? Instagram, Facebook, tumblr, Line, bahkan pake group chat di BlackBerry Messenger
Buat siapa? Pembeli dan penjual yang melek socmed. Modalnya cuma 1 = saling percaya. Karena ngga ada yang bisa bertanggung jawab penuh atas transaksi yang kita lakukan. Sekali lagi, cari seller yang terpercaya. Kalo tertipu ya palingan cuma bisa lapor yang berwenang kalo kita kena penipuan. Proses kya gini menurut saya ngga worthed untuk diurus, jadi kalo belanja di media sosial saya pribadi akan sangat perhitungan.
Aman ngga belanja disini? Tergantung. Walaupun sekarang udah banyak seller yang terpercaya, jangan terlena.

——————————————————————-

Seru ya ngomongin e-commerce.. tapi saya harus lanjut ngerevisi proposal tesis. Sampai jumpa di Panduan Singkat Online Shop (Part 2).

Image source: https://id.pinterest.com/pin/375417318913300810/
More readings: http://veryfund.co/blog/jenis-jenis-e-commerce-dan-contohnya/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s