Room Makeover

a47cbabe16657dad424e627596aa410d

Spoiler: No I’m not yet going to show you my room. lol. No pictures -yet.
Disclaimer: This post is not sponsored.

Setelah 2 bulan kamar saya in an awful chaos (karena abis umrah, opname di rumah sakit, dan juga ngga bisa banyak gerak ketika bed rest di rumah) akhirnya sekarang kamar saya udah berbentuk layaknya kamar manusia. Waktu tiga tahun yang lalu pindah ke Jakarta, I had not plan my bed room anything at all. I only worked on the things I already had. Which made my room sangat-sangat “anak kostan”-style. Intinya sih sekarang I want my room to represent my current personality, style, and also relatable to my current age. Yes, people. I’m turning 26 this April today! :D

Again, room decor is more about your personality and lifestyle. Jadi buat saya pribadi, ngga ada istilah “gue pengen di kamar gue ada ini dan itu because everyone does it“. No. Jadi: no plants, and very minimal decorative items. Berhubung saya dikaruniai kamar yang cukup luas, saya kepikiran untuk bikin kamar saya jadi ala-ala studio apartment. Minus wet area (kamar mandi), balkon, dan dapur. I do have a few major issue that I need to work on. And here is my list:

– Kasur
Saya suka tidur di kasur yang tanpa rangka besi (dan kolong). Jadinya pendek, lebih dekat ke lantai, dan ngga berisik. Saya pikir ini low maintenance dan asik-asik aja. Sampai akhirnya kondisi fisik saya sekarang sedang menuntut saya untuk tidur di kasur yang lebih tinggi. Dengan demikian sekarang rangka besi dan kasur dari kamar sebelah dipindah ke kamar saya. Awalnya sih berasa ngga biasa. Tapi lama-lama I get used to it eventually. Not bad. Mbak asisten sampe komentar, dengan adanya kasur ini, kamar saya lebih keliatan seperti kamar, bukan kosan :”)

– Meja Lipat
Saya ini orangnya suka duduk lesehan. Karena kaki saya panjangnya tidak biasa, duduk lesehan di kursi itu hampir mustahil. Jadi saya punya 2 meja lipat yang dipake sejak S1. Nah jadi deh dulu saya pake buat bedside table ala kadarnya. Tapi oh tapi, barang-barang jadi bergeletakan dimana-mana dan ngga rapi. Singkat cerita, kondisi fisik saya sekarang sedang kurang memungkinkan untuk bisa duduk lesehan seenak jidat. Mungkin sudah saatnya meja lipat itu dipake diatas tempat tidur. Untuk menggantikan mereka, I bought an IKEA table! Sebenernya ini meja TV, warna putih. Tapi karena ini meja Ikea yang paling affordable dan desainnya super scandinavian-style, I don’t really mind. And it literally CHANGE MY LIFE FOREVER. Dengan beberapa storage bin warna hitam (dari Ikea juga), saya bisa nyimpen hair dryer, setrikaan, obat nyamuk, charger, kabel, dan lain-lain dengan rapi.

– Stationary (bulpen spidol warna-warni, alat handcraft, lem, gunting, tipe-ex, dll)
Many of them I have it since graduation from JUNIOR HIGH SCHOOL. Jadi jamannya mading, prakarya ini itu, tugas seni rupa, tugas gambar, tugas matematika, dan lain-lain sebagainya. Temen sampe pernah bilang bahwa saya ini ibarat toserba (toko serba ada) karena alat tulis saya super lengkap. Tapi sekarang, I don’t think I need them as much as I used to. So I gave a few of them to my cousins. Beberapa saya simpen di kotak transparan (dari Daiso) and I will get back to it again after a year. Kalo ngga pernah saya sentuh maka it will belongs to my cousins.

– Paper Clutter
A paper tray saves my desk. Lagi-lagi dari Ikea karena besi/aluminiumnya dilapis sesuatu biar lebih awet. Terutama ini untuk dokumen tesis saya yang perlu fast access, ngga perlu buka file holder dan sebagainya. Ini jadi memisahkan antara current document yang sedang digarap dan berkas kuliah lainnya.
Jangan lupa untuk memisahkan antara kertas bekas yang bisa dipakai lagi dan kertas yang harus dibuang. Kalo untuk ini sih ngga perlu pake paper tray, yang penting accessible dan rapi.

IKEA Dokument Letter Tray (Source: http://www.ikea.com/us/en/catalog/products/60153250/)

IKEA Dokument Letter Tray (Source: http://www.ikea.com/us/en/catalog/products/60153250/)

– Important Document (Clutter)
Like every other sane adults, saya harus ngerapiin segala dokumen penting seperti ijazah sekolah, sertifikat training, copy Kartu Keluarga, copy KTP & passport sekeluarga, pas foto cadangan, CV, ini itu dan lain-lain. You get my pointlah. Ini penting karena ketika dibutuhkan biasanya semuanya tersebar dimana-mana haha. Jadinya cetak pas foto lagi, padahal masih punya. Atau fotocopy lagi, padahal masih ada. Dengan kita meng-organize dokumen-dokumen ini, kita bisa mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

– Fitness Area
Sebenernya bukan “area” juga sih haha. Saya mau ngomongin sepeda statis aja. Ini dibeliin ortu saya, barangnya second hasil liat-liat di OLX. Tadinya saya keukeuh pengen beli yang baru, karena hasil ‘riset’ (read: googling) saya menunjukkan bahwa alat olahraga itu (terutama treadmill) kalo jarang dipake maka fungsinya akan menurun. Tapi ya, setelah beberapa pertimbangan I decided to try. Apparently it worked well! Mungkin karena ini bukan treadmill yang butuh maintenance pelumas silicon kali ya. I don’t really understand. Yang jelas waktu itu harganya dapet hampir setengah dari harga yang baru. Such a bargain!

Kendala saya so far adalah peletakan sepeda ini. Sekarang saya taro aja di-tengah-tengah kamar. Biar bisa nonton Youtube dari laptop saya kalo lagi sepedaan :P

——————————————-

That’s all for now. Bakalan ada update insyaAllah. And I might do some photoshoots, maybe :3
Adios.

Image source: https://id.pinterest.com/pin/59320920070263553/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s