Click.

Menemukan
dan melakukan
sesuatu
yang nge-klik
itu rasanya..
beyond luar biasa.

Advertisements

“How does it feel to be me? I feel happy. I feel “me”. Someone said to me “Don’t worry if others don’t understand you. Worry only if you can’t understand yourself.” Try to understand and believe in your self first.” – Darell Ferhostan

Super Fat Lens by SuperHeadz: Review


Lots of people said, “forget the technical things, go out there, shoot and have fun.”
I agree! but somehow I just can’t stop myself from analyzing the results, I compare them from one film to another. I’ll update this post as soon as I’m not busy with life :P

Artikel lainnya yang bermanfaat:
http://www.lomography.com/magazine/reviews/cameras/3314987-vivitar-ultra-wide-and-slim
http://www.lomography.com/magazine/tipster/2011/08/12/so-you-want-a-vivitar-uws
http://theotherphotographyblog.blogspot.com/2010/09/review-of-superheadz-black-slim-devil.html

Blessed

I’m very blessed, thank You Allah :) Alhamdulillah.

Semester ini aku berkenalan dengan banyak wajah-wajah baru. Mulai dari tugas kelompok karena ngambil kuliah di jurusan lain, jadi mentor, hingga ikut komunitas online.

Teman-teman tingkat 4 sudah benar-benar jarang keliatan di himpunan. Bukan karena mereka lupa akan kebersamaan, tapi tugas akhir memang sudah sangat menyedot perhatian mereka. Mereka tetap sayang angkatan, tetap kompak walaupun ‘nyarang’-nya selalu di lab supaya konsen mengerjakan syarat kelulusan. Terlihat sekali bahwa suasana ‘senasib’ itu bisa mendukung mereka-mereka yang ingin menyelesaikan proposal maupun yang ingin mengerjakan pascaproposal dengan baik. Sewaktu-waktu, ada yang terlihat kurang tidur, ada yang diam seharian, ada yang berkantung-mata. Semoga kalian bisa mencapai tujuan yang kalian inginkan, sahabat-sahabat :)

Himpunan selalu ramai dengan adik-adik tingkat 3 dan 2. Ada yang mengerjakan tugas, ada yang hanya internetan, ada juga yang menunggu hujan reda. Aku senang di himpunan :) orangnya baik-baik. Malam ini pun saat kuakui aku butuh bantuan, tempat yang pertama terlintas di kepala & yang akhirnya kudatangi tanpa berpikir adalah sekre itu, bukan lab. Pukul 7 malam kujemur jaketku yang BASAH KUYUP di mading, beberapa orang bercanda mengatakan, “ini jahim mah tinggal kasi sabun, siap dicuci. hahaha, liat deh bisa diperes gini” atau “keringnya mah besok”. Walaupun demikian, tanpa sepengetahuanku mereka inisiatif mencarikan aku jaket yang tebal sehingga aku bisa pulang tanpa kedinginan karena naik motor.

Sebenarnya, tanpa sadar himpunan ini mengimplementasikan nilai-nilai Islami. Seperti misalnya mendahulukan kepentingan saudaranya, tidak sedarah tapi mau membantu dengan tulus, yang tidak punya kakak kandung jadi bisa merasakan punya kakak, yang tidak punya adik kandung jadi bisa merasakan punya adik. Inilah yang aku rasakan sejak ikut osjur hingga detik ini. Dan dari awal pula, salah satu yang aku inginkan adalah lingkunganku bisa menikmati Islam sebagaimana aku menikmatinya. Dan perlu kalian ketahui bahwa definisiku ber-Islam hanya sesederhana itu, bagaimana kita bisa menyayangi manusia lain apapun latar belakangnya, apapun agamanya. Dari Islam aku mengetahui bagaimana seorang pemimpin, Rasulullah, bisa begitu menyayangi orang-orang yang dipimpinnya. Pada zaman Rasulullah menguasai Mekkah, beliau tidak memaksakan Islam pada yang bukan Islam. Yang memiliki agama masing-masing dipersilakan menganut agamanya masing-masing dan kebutuhannya juga dipenuhi tanpa dikurangi sesuatupun. Dari situ saya belajar, mungkin karena adanya rasa sayang-lah semua otot dan otak saya selama ini bisa bergerak. Karena pada dasarnya, saya ini sama sekali tidak kritis, tidak pula pandai menganalisis kondisi negara, argumen-argumen saya mudah dipatahkan oleh argumen-argumen di luar sana, dan sampai sekarang saya tetaplah seorang saya.

Yang jelas, ber-Islam adalah nikmat terbesar yang pernah saya rasakan. Inilah yang membuat saya bertahan (bayangkanlah betapa muaknya aku 4 tahun melihat rumus), dan salah satunya juga dengan melakukan apa yang saya suka seperti memotret, visual-art, dan memotret. Walaupun demikian, saya yang sekarang ada karena berbagai ini dan itu di masa lalu. Misalnya saja karena seringnya mengerjakan sesuatu yang tidak saya sukai, saya jadi bisa mensyukuri setiap waktu yang saya gunakan untuk mengerjakan hal-hal yang saya sukai, dan saya akan bersungguh-sungguh untuk itu :)

Ps.
Hari ini bukan hari jumat, tapi bapak penjual amplop duduk di trotar ganesha pagi ini :'(