Posing & Makeup for Portrait Photographs

As a female photographer, I found that people tend to expect more than just a camera click from me. Especially when I’m photographing women. I often got questions like, “Do you have any colorful fabrics for hijab? Can I borrow them so it could match my outfit?” or “Do you have any make-ups? Can you do basic make-ups?” sometimes, “Do you have any costume? Can I borrow for our photo shoot?”
Aaaand for awhile ago, most of the answer I gave were a clean, “No.”
They’re pretty shocked because almost all of the women my age just couldn’t go outside without wearing any make-ups, and I’m not one of them. I realize that although make-ups and dressing aren’t my daily routine, at least I should have those basic knowledge with me (well yeah since I’m a woman after all, LOLS). So these 2 videos by Michelle Phan is a fun thing to watch. The first video is about simple makeup for normal/casual portraits, and the second is about tips on posing for photos.

Advertisements

Wedding Photographers’ Outfit


First of all I want to say that I’m not a fashion expert. I’m just a girl with a camera. Most of the time I don’t really mind what my daily outfit look like. But I’m aware that in lots of occasion a person needs to look decent because he/she is a representation of his/her professional work.

So Wedding Photographers, what should you wear at the venue? You don’t wanna be so over dressed, but at the same time you want to be looked professional. If you’re a guy, I think this matter wouldn’t be too complicated. But for female photographers? It would be VERY tricky, believe me. These are five things you -girls- need to consider when choosing an outfit if you’re going to photograph a wedding.

1. The goal is to dress professionally while being able to become invisible and blend into the background.
You want all the spotlight on those you’re photographing. Your best bet is to wear a pant or skirt suit that’s dressy, easy to move around in and simple. A very simple blouse with pressed bottoms (skirt or pants) perhaps. Just remember to make sure your hems are long enough. Better to be on the side of modesty in situation like this.

Remember that while you may be at the wedding, you are not part of the wedding. You should remain as inconspicuous as possible, especially during the ceremony. When in tight places use the utmost caution in calculating your steps. Even though you are to be inconspicuous and stealthlike, always remember that as a wedding photographer your job is crucial and will be (or not be) appreciated for a lifetime.

2. Wear comfy shoes
You’re going to walk like crazy as a wedding photographer on a wedding day. Sure, the Stilettos might look good at the wedding reception, unfortunately you’ll be the grumpiest wedding photographer on the planet. Nevertheless, this does not mean that you cannot use high heels at all. One of my favorite female photographer uses high heels 24/7, 24 hours a day, 7 days in a week, and I really mean everyday.
But she doesn’t do wedding photography, Idk.
For me, I think (a comfortable) flat shoes are the best. And in some cases, if you’re edgy enough, you can just take a nice pair of white converse if possible :P

Photographer's Shoes

Carvela Kurt Geiger flat heels, 723.400 IDR / Zara flat heels, 875.545 IDR / Witchery flat heels, 1.015.505 IDR / Flat, 486.955 IDR / Converse trainers, 664.350 IDR

3. Pockets are important
Of course for memory card, front cap of your lens, lip balm, run sheets, your mobile phone etc.

4. Less accessories is great
Pretty accessories are usually kept to a minimum so not to get in the way, however some bits of ’flair’ can be great for distracting children when doing the group shots.

5. Camera bags don’t have to be ugly to be practical.
Take a nice simple & functional ones with you.

Camera Bag

Kenneth Cole tote, 2.220.510 IDR / Retro bag, 817.985 IDR / Derek Lam bag, 13.537.335 IDR / Leather shoulder bag, 8.667.790 IDR / Grafea Leather Camera Bag Caramel, 2.657.390 IDR / Derek Lam Newton Camera Bag, 13.537.335 IDR

Finding a perfect match of outfit for female photographers can be very frustrating. Just don’t forget to enjoy capturing the beautiful moments of a wedding. Be comfortable with what you are wearing that matters :)

Source and further reading:
http://www.modelmayhem.com/po.php?thread_id=777943
http://www.ehow.com/about_4796055_masters-guide-wedding-photography.html
http://improvephotography.com/3236/wedding-photography-tips/
http://www.rocknrollbride.com/2011/07/how-to-dress-as-a-wedding-photographer/
http://www.outblush.com/women/personal-shopper/personal-shopper-meggan-from-keyhole-photo-helps-rebecca-with-her-wedding-photographer-outfit/
http://www.youandyourwedding.co.uk/forum/general-chat/how-do-you-think-a-wedding-photographer-should-dress-/373162.html

Shooting in Manual Mode – Quick Tips by Bella Pop

Alright, most of you must be hating me because I rant about manual mode in this post but I actually never give a tutorial about using the DSLR with manual mode. Lols. Okay I’m sorry about that. Please please please don’t hate me. So, enjoy this Quick Tips by Bella Pop. They don’t mind if people wants to share this as long as the picture below links to their site :) Maybe next time I’ll share my own tips in manual mode ^^
BELLAPOP-MANUAL-TIPS

Panduan Membeli Kamera

Tulisan ini ditujukan untuk orang yang ingin beli kamera, dengan budget tertentu. Jadi, jika anda tidak menetapkan budget maksimal untuk kamera, pembahasannya bukan disini :3

Untuk urusan kamera-perkameraan, saya termasuk salah satu yang menganut kepercayaan “It’s not the gun. It’s the man behind the gun.” Artinya (ini definisi menurut saya ya) seseorang dapat memanfaatkan ilmu & feel fotografi yang dimilikinya untuk menghasilkan karya fotografi yang ia inginkan menggunakan alat yang bisa ia manfaatkan. ‘Alat yang bisa ia manfaatkan’ itu termasuk kamera sederhana (biasa disebut pocket camera karena tubuhnya yang kecil), kamera pinhole, toycam, SLT, DSLR merk ABC, DSLR merk Indomie, DSLR merk Rexona, bahkan kamera handphone. Dan setiap orang tidak diharuskan bisa semuanya untuk menghasilkan gambar yang diinginkan bukan?

Jadi, pertanyaan yang harus dijawab pertama adalah…..
“Ingin motret apa?”

Oke, untuk sebagian orang, pertanyaan ini sangat membingungkan. Kita seringkali bingung sendiri kalau ditanya, “Maunya apa?”. Jawabnya cuma ada 2 kemungkinan, “Ngga tau”, dan “Apa aja pokoknya yang penting hasilnya bagus.” Kadang disertai dengan, “gue kan ngga jago kamera, jadi kamera apa ya yang oke supaya hasilnya bagus?”

Sebenarnya, sadar-ngga-sadar, ini bukti bahwa beberapa orang-orang di luar sana meragukan kepercayaan “It’s not the gun. It’s the man behind the gun.” Terutama orang-orang yang ingin punya kamera tapi bingung beli yang mana. Pengen hasil fotonya bagus, tapi enggan belajar fotografi. Pokoknya dia percaya bahwa jika memakai gadget yang mahal, pasti bisa menangkap gambar yang bagus. Jadi, ada yang perlu diluruskan disini:

1. It’s not the camera who capture the photograph, it’s the man.
Sekali lagi, orangnya.
Kamera DSLR diciptakan dengan beberapa mode memotret. Yang paling umum adalah Manual, Aperture Priority, Shutter Priority, dan Full Automatic. Jika menggunakan mode Full Automatic, kamera DSLR kita tidak ada bedanya dengan kamera pocket biasa (dari segi teknik pengambilan foto karena kendali sang fotografer hanya terbatas pada komposisi foto). Yang membuat DSLR berbeda dengan kamera pocket adalah adanya fitur Manual pada DSLR. Dibutuhkan sedikit ilmu pengetahuan untuk bisa memahami settingan-settingan di mode Manual tersebut.
Dari pernyataan saya yang terakhir, mungkin jadi muncul pertanyaan, “Untuk apa kita memahami settingan Manual jika kamera yang mutakhir itu sudah bisa menyetting dirinya sendiri untuk memotret dengan mode Auto?”
Kalau begitu, izinkan saya bertanya, “Sejauh apa anda pasrah menghadapi kamera anda?” Pada beberapa keadaan menggunakan mode Auto, kamera kita yang cerdas itu kadang tak bisa memahami keinginan kita. Kita menginginkan gambar yang agak redup-romantis, tapi si Auto memberikan gambar yang terang-benderang-gonjreng. Kita ngga mau pake flash, tapi si kamera kekeuh maksa kita untuk pake flash (dengan otomatis mengeluarkan flashnya), kalo kita ngga nurut, si kamera malah memberikan gambar yang agak ‘goyang’ –tidak enak dilihat.
Nah, inilah yang saya maksud dengan it’s the man. Kitalah sebagai manusia (a.k.a. mandornya kamera) yang akan menentukan suatu foto itu bagus atau tidak, bagaimana kita mengatur segala hal yang bisa diatur sesuai dengan keinginkan kita, entah itu settingan kamera, feel dan kepekaan fotografer terhadap momen dan cahaya, ide, penangkapan momen yang dramatis, penciptaan suasana, dll.
Intinya, kamera mahal belum tentu menghasilkan gambar yang orang-orang bilang bagus, karena ada faktor manusia di dalamnya.

2. Belajar fotografi atau tidak itu pilihan yang merupakan hak setiap orang.
Tidak ada yang salah atau benar di poin nomor dua ini. Terlalu sibuk sehingga tidak memungkinkan untuk belajar? It’s oke. Yang ada adalah.. sayang duitnya, dan komentar ‘repot ya bawa-bawa kamera DSLR yang berat’.

Jadi gimana dong?

Saran saya (untuk dua contoh ekstrem berikut):

– Kalo emang pengen banget punya DSLR, luangkanlah waktu untuk mau belajar mode Manual. InsyaAllah ilmunya akan berguna kok walaupun di beberapa situasi kita sesekali menggunakan mode semi-manual ataupun mode auto.
Kenapa mode Manual? Selain dari alasan yang saya sebutkan di poin 1, yaitu karena dari segi bentuk kamera, DSLR itu sama sekali tidak praktis untuk dibawa. Berat. Apalagi kalo pake lensa sapu jagad 18-200mm mode auto cuma buat motret pacar di mall. -_-;;; krikrikrik…
Well, ini bukannya saya Manual-mode-minded ya. Tapi lebih karena ini merupakan sebuah ajakan untuk memanfaatkan teknologi –jika bukan mari jangan buang-buang duit untuk sesuatu yang tidak kita pakai. Hiahahaha.

Pengen kamera untuk dibawa travelling. Ngga mau ada urusan sama setting-settingan. Pokoknya gua cuma pengen mengabadikan pemandangan mahadahsyat yang akan gua datengin! Duit mending gua pake buat travelling atau beli motor daripada beli kamera mahal. Pilihlah kamera pocket. Eits! jangan underestimate dulu, kamera pocket jaman sekarang udah keren. Wide screen, resolusi gambar yang tinggi, berkali-kali optical zoom, bentuknya yang kecil dan ergonomis membuatnya praktis untuk dibawa kemana-mana, bahkan beberapa kamera pocket ada yang bisa semi-manual!
Yah, kecuali kalo memang anda tergiur dengan lensa wide untuk landscape maupun skyscape (seperti seorang saya akhir-akhir ini. #curhat), dan ngga nemu kamera pocket yang berlensa wide, silakan beli DSLR.

Kesimpulannya, jika anda menetapkan budget untuk membeli kamera, cerdaslah dalam memilih dan menganalisis kebutuhan diri anda terhadap kamera. Karena andalah yang paling mengerti diri anda, bukan saya, bukan pula emang-emang toko kamera.

Salam kepret.
iya, kepret.